Minggu, 19 April 2009

Dalam masa Ekonomi serba susah rakyat amerika meninggalkan agama nya.

Semakin banyak saja hal yang tak patut dicontoh dari Amerika. Datangnya zaman susah tidak malah membuat penduduk negeri berjuluk Paman Sam itu mendekatkan diri pada Tuhan.

Survei terakhir yang diadakan American Religious Identification yang diumumkan kemarin (9/3) menunjukkan, semakin banyak warga AS yang meninggalkan agama dan menjadi pengikut kelompok ateis, agnostis (percaya Tuhan, namun tak beribadah menurut satu agama mana pun), sekuler, dan orang-orang yang menyatakan diri tak terikat pada satu agama mana pun meski menganggapnya penting.

Riset tahunan yang diadakan badan pemerintah urusan agama itu menemukan 15 persen responden di seluruh negara bagian menyatakan bahwa mereka kini tidak beragama. Persentase tersebut meningkat 1,5 persen daripada hasil survei yang sama pada 2001 dan dua kali lipat daripada hasil survei 1990.

Dari persebarannya, negara-negara bagian di wilayah New England (meliputi negara-negara di pantai timur mulai New York sampai Chicago) adalah tempat penganut kelompok non-agama dengan persentase sampai 34 persen. “Namun, dari keseluruhan pengamatan, kelompok ateis meningkat di semua negara bagian,” ujar pernyataan penyelenggara survei yang dilakukan terhadap 54.461 warga dewasa di 50 negara bagian itu. Survei tersebut berlangsung mulai November tahun lalu hingga Februari 2009 dengan margin kesalahan 0,5 persen.

Sebagai agama terbesar yang dipeluk warga AS, Kristen mengalami penurunan pengikut terbesar. Sebelumnya, hampir 8 di antara 10 orang Amerika adalah pemeluk Kristen (Katolik, Protestan, Mormon, Ortodoks, dan lain-lain). “Angka warga Amerika yang melaporkan diri sebagai penganut Kristen tinggal sekitar 51 persen,” lanjut bunyi hasil survei itu.

Kristen bukan satu-satunya agama yang makin kehilangan tempat di Amerika Serikat. Tren penurunan pemeluk juga dialami agama-agama lain, seperti Yahudi yang diyakini oleh 1,7 persen warga AS, Buddha 0,7 persen, dan Islam 0,6 persen. Peningkatan hanya terjadi pada gerakan kepercayaan yang tidak meyakini Tuhan sebagai satu-satunya kekuasaan tertinggi (monoteisme), seperti Scientology, Wicca, dan Santeria. Penganut gerakan kepercayaan baru tersebut meningkat 1,2 persen. (AP/kim)

Source: http://jawapos.com/halaman/index.php?act=detail&nid=56430

2050 2/3 Dunia akan kekeringan

PARIS–MIOL: PBB memperkirakan pada 2050, dua pertiga populasi dunia akan hidup dalam kekeringan akibat pemanasan global. Korea Utara, Timur Tengah, dan Asia Barat adalah kawasan-kawasan yang akan mendapat imbas terparah.

Di banyak kawasan, tingkat ketandusan semakin bertambah, curah hujan berkurang, jumlah es dan salju di pegunungan menyusut. Semua gejala alam itu akan berdampak pada keringnya sungai, danau, dan sumber air lainnya. Bertolak belakang dengan keadaan tersebut, sejumlah kawasan lainnya malah akan mendapat curah hujan lebih banyak, yang diikuti dengan badai dan banjir.

Berbagai fenomena alam akibat pemanasan global itu disoroti secara menyeluruh para ahli di Panel Perubahan Iklim Antarpemerintah PBB (IPCC) dalam laporannya yang dipublikasikan di Brussels pada April lalu. Laporan itu adalah yang kedua yang mereka keluarkan setelah menggelar penelitian panjang soal pemanasan global.

Pada peringatan Hari Air Dunia yang jatuh pada 22 Maret, para ahli tersebut memperingatkan betapa berharganya air seiring dengan mulai berlangsungnya pemanasan global.

Melihat laporan PBB yang dimiliki AFP, beberapa kawasan yang berada di garis lintang yang tinggi dan memiliki iklim basah, termasuk di antaranya wilayah berpopulasi padat Asia Timur dan Asia Tenggara, cenderung memiliki ketersediaan air yang meningkat pada abad ini.

Sementara itu, negara-negara yang berada di garis lintang tengah dan iklim tropis kering, yang sudah dilanda masalah air, terancam kekeringan lebih parah.

”Wilayah-wilayah yang dilanda kekeringan akan meningkat, sementara wilayah lainnya akan mengalami curah hujan dalam tingkat ekstrem, dengan frekuensi dan intensitas meningkat, sehingga berisiko besar terendam banjir,” menurut dokumen yang masih dalam tahap penyelesaian tersebut.

Selain itu, ditulis pula volume air dan lapisan salju di gletser cenderung sangat menurun, menyebabkan berkurangnya musim panas dan musim gugur di kawasan-kawasan yang menjadi tempat tinggal dari lebih seperenam populasi dunia.

Di tingkat dunia, diperkirakan pada 2100, suhu akan meningkat 2 C, jika dibandingkan pada level 1990, sehingga dua miliar orang lebih dipastikan berada dalam keadaan kekeringan. Kenaikan suhu 2 C itu merupakan estimasi terendah IPCC. Jika kenaikan suhu yang terjadi 4 C, 3,2 miliar orang lebih yang akan terkena imbasnya. Afrika dan Asia adalah dua benua yang akan terkena dampak paling buruk.

Fenomena alam itu diramalkan juga akan terjadi di negara-negara kaya yang memiliki uang, tenaga ahli, dan sumber daya yang lebih banyak. Mulai dari negara bagian barat daya Amerika Serikat yang tumbuh pesat hingga ke timur laut Australia, ketika air yang didapat dari sungai dan sumber air dialirkan untuk menyirami padang rumput, lapangan golf, dan mengisi kolom renang. Sehingga, perubahan iklim itu pun berarti perubahan besar-besaran dalam gaya hidup.[AFP/Eva/OL-01]

Source: http://www.media-indonesia.com

Senja Cinta

Kawans…

tuntunlah dan ingatlah aku dalam setiap untaian ikhlasnya airmata dalam bulir-bulir do’a kalian. Dan atas nama cinta kasih yang utuh rangkullah aku yang selama ini selalu mencarinya ke setiap tempat di negeri-negeri entah berada di mana yang kadang-kadang aku sendiri tak mengenalnya.

Ya, rangkullah aku sekalipun tidak seharusnya mesti berada bersama kalian. Memang, kadang-kadang dalam kesendirian dan keterpapahanku dimana aku bingung dan tak tahu harus berbuat apa.

Namun bagaimanapun aku selalu berusaha agar keberadaanku di tengah-tengah tidak menjadi dan menambah beban lagi buat kalian dalam perjuangan ini, karena kasih sayang dan cintaku pada kalian adalah seluas dan sedalam samudera, indahnya seindah musim semi yang selalu setia mengukir cakrawala dan angkasa serta pesonanya bagaikan rembulan di malam hijaz, sementara sucinya bagaikan sejuk embun shubuh yang selalu mencumbui wajahku dalam setiap tafakur sujudku.

Sekalipun sering dimana kenyataan dan ketabahanku harus menganggap dan memaksakan aku selalu berada dalam posisi salah dan kalah, dan sambil mendongakkan wajahkku ke langit bagaimanapun aku harus tetap ikhlas mempersembahkan manisnya senyumku terhadap kenyataan yang selalu mempecundangiku, membenciku, memisahkanku, meninggalkanku, menghempaskanku, merajamku, menjauhiku, mengasingkanku dan menggantungku dalam ketidak-berdayaan dan keterbatasanku, sementara aku tidak boleh marah dan murka karena semua itu bagiku bahwa Tuhan cemburu padaku dan masih mencintaiku.

Dari dinding-dinding kamar yang cukup sederhana kadang terlintas wajah-wajah ikhlas yang pernah setia dalam berbagi suka dan duka bersamaku yang kini entah berada di mana mereka satu persatu meninggalkan aku menemui manis dan cantiknya wajah Tuhan. Dan tinggal aku sendiri, yang harus dituntut tegar dalam sikap sempurna. Namun kadang-kadanbg menelan dan bertahan, dalam suasana seperti itu memang cukup melelahkan, letih, pahit, haus dan lapar.

Terasa hidup ini seolah-olah penuh dengan kesia-siaan belaka yang selama ini selalu mengajarkan aku tentang mimpi-mimpi yang membuatku dungu seperti keledai yang pasrah terhadap kenyataan. Dan hanya sebatas memberikanku nasihat-nasihat mutiara hidup yang penuh harapan hampa serta khayalan yang tak jelas.

Sungguh, dalam I’tikad gelisah yang memberontak ingin sekali aku pergi sendiri seperti mereka yang mengarungi lautan, menelusuri lembah-lembah, menjelajahi gunung-gunung, dan menerobos setiap waktu dan tempat dalam berbagai bentuk uraian kehidupan, hingga kutemukan rahmat Tuhan, yang selalu mengulum senyum berkahnya yang akan membuatku tenang dan nyaman di antara lelapnya tidurku yang panjang dalam hangatnya rangkulan dan lembutnya keharibaan Tuhan, setelah ku-lumuri dan terbius oleh wanginya darah yang ada ditubuhku, dan memang pada kenyataanya akupun sungguh telah lama tidak lagi pernah merasakan nyenyaknya dalam tidurku.

Lagipula sungguh aku sangat merindukannya, sehingga tidak pernah akan lagi kecemburuan dia pada diriku. Sungguh aku telah lelah dan ingin sekali merasakan bagaimana nikmatnya tidur yang nyenyak dalam hidup ini.

Kawans…

Aku memang sangat sayang dan mencintai kalian semua sepenuh telaga hatiku, karena kalian bocah-bocah yang manis, cerdas dan menggemaskan yang pernah dilahirkan dari rahimnya para bunda Islam yang suci, yang selama ini pernah ku kenal. Kadang-kadang aku sempat berfikir apalah artinya surga firdausnya Tuhan, kalau kalian tidak berada di sisi dan bersamaku.

Andaikan aku matipun mendahului kalian aku rela dan ikhlas menjadi arwah gentayangan yang selalu setia menemani kalian dalam setiap bentuk, waktu dan tempat, yang pada akhirnya aku hanya bisa berkata bijakasana di hadapan Tuhan:

“oh Tuhan saksikanlah… berikanlah mereka anugerah terbaik, yang belum pernah kau berikan kepada setiap mahluk apapun juga…”

Kawans…
Jangan lupa titipkan salamku pada semesta alam dan jangan pernah pula kalian membuat Tuhan kecewa dan sedih dalam setiap pengabdian kalian.

Jumat, 17 April 2009

Sinar biru VS mata anak


Dalam aktifitas sehari-harinya, bayi dan balita amat berpotensi terkena sinar biru. Masalahnya, selama ini, orang tua tidak menyadari adanya bahaya sinar biru terhadap mata si kecil akibat minimnya pengetahuan. berikut ini ulasan dan kilasan tanya jawab seputar hal ini:


Apa itu sinar biru?
Sinar biru ialah sinar yang bersifat paling merusak dan bisa mencapai retina. Catatan : secara antomis, mata terbagi menjadi 3 bagian, yakni kornea, lensa, dan retina. Nah, retina terletak dibelakang bola mata, serta berfungsi sebagai penerima sinar dari benda yang dilihat.

Dari mana asal sinar biru?
Khusus anak, sinar biru bisa dibiaskan dari sinar matahari yang kuat, layar televisi, lampu neon, atau layar komputer.

Sejauh mana sinar biru memengaruhi mata anak?
bayi lahir dengan lensa yang relatif jernih atau bening. serta belum bisa menghambat paparan sinar biru. seiring bertambahnya usia, secara alami dan bertahap lensa akan berubah menjadi kuning. Sebenarnya, perubahan warna lensa tersebut bisa menghambat sinar biru yang melewati lensa. Masalahnya, sekitar 70-80% sinar biru mencapai retina usia 0-2 tahun, serta sebesar 60-70% pada usia 2-10 tahun. Dan, hanya 20% sinar biru yang bisa mencapai retina pada mereka yang berusia 60-90 tahun! Jadi, resiko terbesar kerusakan akibat sinar biru memang dialami anak-anak usia dini.

Apa dampaknya sinar biru terhadap perkembangan anak?
dalam jangka panjang, ketika dewasa, pandangan tengahnya akan kabur dan berkurang kemampuannya untuk melihat detil-detil yang halus. Meski begitu, tidak menyebabkan kebutaan total kok. Sementara itu, dalam jangka pendek, sinar biru bisa menggangu kerja retina. Akibatnya? Proses pembelajaran anak melalui mata akan terhambat. Padahal, anak umur 0-2 tahun terutama belajar melalui mendengar, melihat, dan meraba. Dan, perkembangan fungsi penglihatan bisa menjadi salah satu indikator menilai kecerdasan, kemampuan konigtif, dan psikomotor anak...

Bagaimana cara mencegah bahaya sinar biru?
Mudah kok. Pastikan anak selalu terpenuhi kebutuhan gizinya dan minimalkan paparan anak terhadap sinar biru. Misalnya, dengan membatasi jam menonton televisi atau duduk di depan komputer (untuk anak yang lebih besar). Juaga, jangan membiarkan anak melihat sinar matahari yang 'kuat' dan ganti lampu neon Anda..!!

sumber: MEDIA EDUKASI ''WASPADAI BAHAYA SINAR BIRU TERHADAP KESEHATAN MATA ANAK'' YANG DISELENGGARAKAN PT WYETH INDONESIA